![]() |
| Tugu Selamat Datang di Banjarmasing |
Kota Banjarmasin adalah ibu kota provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia serta kota terbesar dan terpadat di Kalimantan. Kota ini juga termasuk salah satu kota besar di Indonesia dan Kota terpadat di luar pulau Jawa.
Banjarmasin yang dijuluki Kota Seribu Sungai ini memiliki wilayah seluas 72 km² yang wilayahnya merupakan delta atau kepulauan yang terdiri dari sekitar 25 buah pulau kecil (delta) yang dipisahkan oleh sungai-sungai di antaranya pulau Tatas, pulau Kelayan, pulau Rantauan Keliling, pulau Insan dan lain-lain.
Kota Banjarmasin terletak pada 3°15' sampai 3°22' Lintang Selatan dan 114°32' Bujur Timur, ketinggian tanah asli berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang. Kota Banjarmasin berlokasi daerah kuala sungai Martapura yang bermuara pada sisi timur Sungai Barito. Letak Kota Banjarmasin nyaris di tengah-tengah Indonesia.Kota ini terletak di tepian timur sungai Barito dan dibelah oleh Sungai Martapura yang berhulu di Pegunungan Meratus. Kota Banjarmasin dipengaruhi oleh pasang surut air laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainase kota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupan masyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satu prasarana transportasi air, pariwisata, perikanan dan perdagangan.
Sungai menjadi bagian yang tak terpisahkan dari Kota Banjarmasin sehingga Banjarmasin mendapat julukan "kota seribu sungai" meski sungai yang mengalir di Banjarmasin tak sampai seribu. Sungai menjadi wadah aktivitas utama masyarakat zaman dahulu hingga sekarang, utamanya dalam bidang perdagangan dan transportasi. Sungai-sungai yang membelah kota ini, diupayakan sebagai magnet ekonomi, khususnya pariwisata. Data dari Dinas Kimprasko Banjarmasin menunjukkan pada 1997 di Ibu Kota Kalimantan Selatan itu terdapat 117 sungai, kemudian pada 2002 berkurang menjadi 70 sungai, lalu pada 2004 sampai sekarang hanya tinggal 60 sungai. Penataan kota Banjarmasin semestinya penataan daratan harus mengikuti penataan sungai, artinya penataan sungai yang didahulukan baru penataan daratan.
Banjarmasin sebagai Kota Seribu Sungai, seperti julukannya kota ini banyak sekali menampilkan objek-objek wisata yang ada hubungannya dengan air atau sungai. Pada tahun 1997 Banjarmasin memiliki kurang lebih 117 Sungai hingga saat ini, sungai-sungai di Banjarmasin semakin berkurang dan hanya tersisa.
Kehidupan masyarakat banjarmasin adalah kehidupan yang akrab dengan sungai. Dengan mudahnya kita dapat menemui sungai di hutan-hutan, desa-desa bahkan di kota besarnya sekalipun. Sungai Barito menjadi masko kota Banjarmasin itu sendiri yang juga menjadi kebanggan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. hampir semua orang di kalimantan selatan mengenal yang namanya sungai. Entah itu karena mereka hidup dan bekerja dekat sungai-sungai itu atau yang hanya sering melihat karena melintas di daerah di mana sungai-sungai itu berada.
Dari sisi geografis Kalimantan Selatan, maka sangat dimungkinkan transportasi air menjadi sesuatu yang penting dan tidak dipisahkan dari kehidupan mereka. Pada sisi lainnya, kemajuan perkembangan didarat yang begitu pesat dengan bertambahnya jalan-jalan baru yang baik, namun masih belum semua daratan belum bisa diakses dengan baik oleh karena itu sarana air tetap menjadi primadona bagi masyarakat, selain itu saat ini pemerintah daerah sudah melihat potensi sungai yang selama ini kurang menjadi perhatian dikelola untuk dijadikan objek wisata yang kebanggan. Transportasi menunjukkan hubungan yang sangat erat dengan gaya hidup, keterjangkauan dari lokasi kegiatan produktif, penyediaan barang-barang dan pelayanan untuk dikonsumsi. Subsitusi moda transportasi sungai menjadi jalan raya seharusnya tidak serta merta mematikan pengembangan potensi transportasi sungai, mengingat transportasi sungai di beberapa wilayah lain dapat menjadi alternatif murah bagi masyarakat terutama dunia usaha. Oleh sebab itu, studi kelayakan pengembangan transportasi sungai merupakan hal yang penting untuk dilakukan.
![]() |
| Peta Kalimantan Selatan |


CONVERSATION